Apa Sebenarnya Tujuan Dibalik Penggunaan Istilah; Timur Tengah?
Dikala negara-negara Eropa saat itu sebagai negara kolonial, mulailah mereka mempeta-petakan negara jajahannya, yaitu benua Asia dan Afrika. Hal ini mereka lakukan demi melemahkan kekuatan negara-negara Asia-Afika dan mempermudah mereka untuk mengasai negara-negara tersebut...
Tulisan ini bersumber dari Dr. Yusuf Kamil Ibrahim, Dosen di Fakultas Geografi alAqsha University ini berjudul --dalam naskah aslinya berbahasa Arab, (AL'AULAMAH WA AL 'ALAMIYAH, MAFAMIH WA AB'AD LIL HAIMANAH WA AL SAITHARAH AL JUGHRAFIYA). Judul tersebut kalau bahasa kitanya, Arus Globalisasi Internasional; Konsep Hegemoni Wilayah Teritorial.
Dalam kesempatan ini kita akan membicarakan subjudul dari buku tersebut, yaitu; Apa yang dimaksud dengan sebutan, Timur Tengah, Timur Dekat, Timur Jauh dan Dunia Islam serta apa sebenarnya tujuan dibalik istilah-istilah tersebut?
Dikala negara-negara Eropa saat itu sebagai negara kolonial, mulailah mereka mempeta-petakan negara jajahannya, yaitu benua Asia dan Afrika. Hal ini mereka lakukan demi melemahkan kekuatan negara-negara Asia-Afika dan mempermudah mereka untuk mengasai negara-negara tersebut.
Sejak saat itu munculah istilah-istilah kawasan, seperti Timur Dekat, yaitu yang berdekatan dengan Eropa. Timur Jauh, yaitu India Barat sebelah Timur Eropa. Dan Timur Tengah, yaitu pertengahan antara Timur Dekat dan Timur Jauh. Namun, batas-batas ketiga kawasan tersebut hingga saat ini tidak begitu jelas.
Timur Dekat:
Negara-negara yang masuk dalam kawasan ini adalah negara seperti, Turki, Palestina, Syria, Libanon, Yordania, Mesir, Aljazair dan Tunisia. Istilah kawasan ini muncul pada pertengahan abad ke-19 (1850), disaat lemahnya kekuasaan Bani Utsmaniyah dan menjadi perebutan kekuasaan negara Inggris dan Perancis.
Timur Jauh:
Istilah kawasan ini muncul pada pertengahan Abad ke-18, yaitu pada tahun 1751. Saat itu Italy menjadikan negara India sebagai markas pusat sebelum menjelajah ke negara-negara sekitarnya. Kawasan ini juga termasuk kawasan Asia Timur kecuali Korea, Jepang dan sebagian wilayah China. Negara-negara epanjang Samudera Hindia dan Samudera India termasuk kawasan Timur Jauh.
Timur Tengah:
Istilah kawasan Timur Tengah muncul seiring dengan dominasi gerakan zionis isternasional dalam kancah perpolitikan. Kawasan ini meliputi dua kawasan sebelumnya. Ia merupakan kawasan yang kaya raya akan sumber daya alam, seperti minyak dan barang tambang berharga lainnya (seperti; emas dan uranium).
Kawasan ini juga dari letaknya sangat strategis, karena menjangkau tiga benua sekaligus; Eropa, Asia dan Afrika. Termasuk wilayah negara-negara seperti, Irak, Iran dan Afganistan. Kawasan yang dikenal sebagai lumbung ekonomi sejak tahun 1989, seperti dari Libya sebelah barat hingga Iran sebelah Timur dan dari negara Syria Utara hingga Yaman Selatan. Juga termasuk dalam kawasan ini negara-negara Asia Tengah.
Para pengamat mengakui, bahwa istilah Timur Tengah tidak lepas dari tujuan-tujuan; politik, ekonomi, demografi dan peradaban dunia. Hal ini juga merupakan strategi Eropa, Amerika dan zionis untuk memecah belah persatuan negara-negara Arab. Sehingga kedaulatan mereka sedikit banyaknya tercaplok dan dibawah hegemoni tiga negara imperialisme tersebut.
Dan menurut Dr. Yusuf, hanya beberapa negara Timur Tengah, sepeti; Sudan, Pakistan dan negara-negara Asia Tengah yang berdaulat dan jauh dari hegemoni tiga negara imperialisme tersebut. Dan seiring dengan kepentingan yang sangat strategis terhadap kawasan Timur Tengah, istilah kawasan Timur Dekat mulai redup dan tenggelam.


