Sabtu, September 04, 2010
   
Text Size

Kerjasama Pertanian Sudan-China

Dijelaskan bahwa kelebihan yang didapat pihak Sudan dengan tetap menjaga hak milik tanah, peningkatan produksi sektor pertanian, pengembangan kemampuan para produsen dan jaminan terhadap pemasaran produk ditambah dengan memperkuat pengusaha kecil
Sekretaris Kementerian Keuangan, Al Hafiz Atha Al Mannan pada (17/6/09) yang lalu menyampaikan bahwa investasi yang akan dilakukan investor China di Sudan dimulai dengan penanaman 25 ribu feddan Gandum di Negara Bagian White Nile dan 25 ribu feddan gandum dan pakan di Khartoum, dengan biaya   pendanaan proyek dari Bank Pembangunan China. Kerangka Kerjasama Sudan-China dalam sektor pertanian dimaksud akan dilaksanakan melalui Lembaga-Lembaga dan perusahaan dengan luas lahan yang diberikan pemerintah Sudan berkisar 500 ribu – 1 juta feddan. Pihak Sudan menyiapkan lahan dan pengairan, sedang China menyiapkan biaya pendanaan, teknisi, pengalaman dan teknologi pertanian.

Dijelaskan bahwa kelebihan yang didapat pihak Sudan dengan tetap menjaga hak milik tanah, peningkatan produksi sektor pertanian, pengembangan kemampuan para produsen dan jaminan terhadap pemasaran produk ditambah dengan memperkuat pengusaha kecil. Sementara itu, pihak China mendapat kelebihan dengan investasi keuangan, penyediaan produk ekspor dan pemanfaatan dari proyek besar sektor pertanian di Sudan serta membuka pasar yang baru untuk mengembangkan pengalaman dan teknologi modern.

Disisi lain, Wakil Menteri Pertanian China Zihan Yang mengajak untuk menggunakan kesempatan kerjasama China dengan Sudan dalam sektor pertanian dengan baik, China akan menyiapkan pengadaan benih unggul dan pelatihan terhadap petani Sudan. Dikatakan pula bahwa kesepakatan dan kerjasama kedua negara dimaksud akan dapat terlaksana dengan baik saat adanya kemudahan-kemudahan yang diperlukan dari pihak Sudan terhadap investor China. Selain itu, kerjasama dimaksud akan dapat meningkatkan hubungan perdagangan dan investasi kedua negara, dan China akan mendukung pemerintah Sudan dalam mensukseskan program kebangkitan Pertanian lima tahun kedepan, karena China sangat perhatian terhadap sektor pertanian dan diharapkan dapat menjaga ketahanan pangan kedua negara.

Sementara itu, Wakil Representatif Kementerian Perdagangan China, Shite Lin, mengatakan bahwa perdagangan Sudan-China mencapai US$ 8,18 milyar, Sedang investasi China di Sudan mencapai US$ 13,1 milyar dan total investasi non keuangan (perusahaan-perusahaan) mencapai US$ 10 milyar yang bergerak pada sektor ekplorasi minyak, meski terkena dampak krisis finansial global. Dikatakan bahwa kedepan China siap untuk kerjasama pada sektor pertanian untuk meningkatkan ketahanan pangan dan menjadikan Sudan sebagai lumbung pangan dunia setelah sukses dalam program kebangkitan pertanian.(koran el-shahafa)